Senin, 15 Desember 2014

Jurus Simpel Temukan Kamera Tersembunyi di Toilet atau Ruang Ganti Baju

Kepala Sub-Seksi Layanan Informasi Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Fauzi Ahmad, mengimbau masyarakat, terutama perempuan, untuk lebih waspada akan keberadaan kamera tersembunyi di tempat privat.

Dia juga menyampaikan tips sederhana untuk mengetahui apakah di tempat yang sedang digunakan ada kamera tersembunyi atau tidak.

"Misalkan di tempat ganti baju atau toilet, coba lakukan panggilan telepon. Kalau tidak bisa, kemungkinan ada kamera tersembunyi," ujar Fauzi kepada Kompas.com, Senin (8/12/2014).

Fauzi memaparkan bahwa kamera tersembunyi yang didesain sekecil mungkin menggunakan perangkat tertentu bisa mengganggu sinyal telepon seluler di dekatnya. Dengan demikian, jika memang saat sudah dicoba menelepon tetapi tidak bisa, kata Fauzi, lebih baik menuju tempat atau ruangan lain.

Soal beredarnya foto kamera tersembunyi berbentuk gantungan baju di media sosial yang diketemukan oleh petugas Bea dan Cukai, kata dia, sampai saat ini instansinya belum menerima laporan tersebut.

Meski demikian, Fauzi mengaku sudah berkoordinasi dengan unitnya untuk mencari tahu kebenaran info tersebut. "Ini bisa jadi benar, bisa juga salah. Masalahnya kita belum ketemu barang seperti itu. Kita juga tidak tahu Bea Cukai mana yang dimaksud," ucap Fauzi.

Rahasia Sejak 1940 di Lembah Kematian (Dead Valley), California

Dead Valley (Lembah Kematian) di California merupakan daerah paling panas dan ekstrem di Amerika Serikat. Ini merupakan lembah terkering dan paling rendah posisinya di antara daratan Negeri Abang Sam. Di wilayah ini ada Racetrack Playa, danau kering bagai gurun sepanjang 4,5 kilometer.

Di permukaan danau itu berserakan ratusan batu. Beberapa di antara batu-batu itu berukuran sekecil bola bisbol, tapi bongkahan besar dapat mencapai 317 kilogram. Anehnya, batu-batu ini, termasuk batu terbesar, memiliki jejak panjang di belakangnya, seperti jejak yang terbentuk ketika anak kecil menggeser ranting di atas pasir basah.

Sebagian dari jejak itu pendek, tapi jejak lain dapat terentang hingga dua kali panjang lapangan football. Jejak lain membentuk berlekuk-lekuk, menandakan perubahan arah dengan cepat. Yang membuat batu-batu itu lebih misterius, beberapa jejak kehilangan batunya. Ini menjadi salah satu rahasia di Lembah Kematian dan mendorong banyak ilmuwan menyelidikinya.

Playa itu terkadang digenangi banjir pada musim dingin dari air hujan atau salju yang mencair. Danau kering yang berada pada ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut itu dikelilingi oleh pegunungan. Pada malam hari, temperaturnya bisa turun hingga di bawah titik beku, melapisi danau temporer itu dengan es tipis atau membekukannya hingga solid.

Untuk mencapai Racetrack Playa, para peneliti dan pengunjung harus melalui jalan terjal berbatu sejauh 45 kilometer. Jarak sejauh itu dapat ditempuh dengan berkendara selama tiga jam dari kota terdekat.

Kendati terletak di tempat yang terpencil, hal itu tak menyurutkan minat siapa pun yang terobsesi memecahkan misteri batu berjalan tersebut. Eksperimen pertama untuk mengungkap teka-teki geologis itu dimulai pada 1940-an dan tak pernah berhenti sejak saat itu.

“Amat menyenangkan bila terlibat dalam upaya untuk mengeluarkan teka-teki ini dari misteri publik,” kata Richard Norris, ahli oseanografi di Scripps Institution of Oceanography di La Jolla, California, yang memimpin riset ini bersama sepupunya, James Norris, perekayasa di Interwoof, Santa Barbara, California.

Rahasia Sejak 1940 di Lembah Kematian   
Batu bergeser di Death Valley, San Diego, Amerika Serikat. Dailymail.co.uk

La Kana Chapel (Susan Spa & Resorts) | Bandungan Kabupaten Semarang | Wedding Venue


Lokasi : Susan Spa & Resorts, Dusun Piyoto Bandungan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah















 








Water Blow Nusa Dua, Angker tapi Tetap jadi Primadona





Water Blow Nusa Dua, angker namun tetap jadi primadona
 
 Tak banyak orang mengetahui tentang keberadaan Pulau Paninsula yang terletak di ujung wilayah Nusa Dua. Pulau ini juga hasil pengurugan atau reklamasi. Untuk menuju ke objek wisata pantai Paninsula ini kita harus masuk menuju kawasan Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Nusa Dua. Bagi mereka yang mengendarai roda empat, sudah tentu harus melewati beberapa pos security.

Lalu apa yang membuat pulau ini begitu memukau dan menjadi primadona bagi wisatawan yang menginap di kawasan BTDC? Selain datarannya yang diapit oleh dua pantai, di kawasan ini juga terdapat Water Blow yang sangat mengagumkan. Kabarnya tempat ini sangat kental dengan magis dan keangkerannya, namun tetap saja ramai dikunjungi.

Padahal menurut warga sekitar, sudah banyak yang jadi korban akibat semburan ombak dari Water Blow ini. Benarkah demikian?

Dari kota Denpasar untuk menuju ke kawasan Pulau Paninsula, perlu waktu sekitar 1 jam 30 menit dengan mengendarai roda empat. Maklum selain kita akan terjebak macet di wilayah simpang siur dewa ruci karena ada proyek Underpass juga jaraknya yang mencapai 18 km.

Tiba di pintu gerbang kawasan BTDC Nusa Dua, usai diperiksa oleh security saat di bundaran air mancur kita harus berbelok ke kanan menuju arah Shopping Center. Tepat di tikungan ujung kawasan Shopping Center, kita dapat melihat tulisan arah menuju ke Paninsula. Kurang lebih dari tikungan ini menuju kawasan Paninsula hanya memakan waktu lima menit.

Saat masuk gerbang, kembali kita akan diperiksa oleh security. Karena jika tidak, maka tiang penutup tidak akan dibukakan oleh petugas jaga. Kebetulan merdeka.com menggunakan kendaraan roda dua saat menuju pulau ini diantar oleh salah seorang staf humas BTDC, Pak Tinong namanya. "Sebentar lagi kita sampai dan sudah melihat mascot Paninsula, patung Krisna dan Arjuna," kata Pak Tinong sambil memacu gas motornya.

Saat kita melintasi jalan yang lebarnya tidak lebih dari 10 meter. Di sebelah kanan dan kiri, kita akan melihat deburan ombak yang begitu keras. Yah, jalan ini diapit oleh dua pantai.

"Inilah Paninsula, merupakan ujung bagian selatan Nusa Dua," sapa Pak Tinong.

Tidak begitu banyak pembicaraan, kami langsung menelusuri jalan setapak menuju kawasan Water Blow. Kurang lebih hanya 100 meter, sudah terdengar beberapa teriakan remaja menikmati dahsyatnya terjangan ombak pantai selatan yang menyembur ke atas.

"Di tempat ini sudah banyak yang terjatuh, bahkan ada juga yang sampai kejadian meninggal karena terseret hingga terjatuh ke jurang," cerita pak Tinong.

Merdeka.com pun mendengarkan cerita magis dari Pak Tinong sambil menyaksikan bentuk-bentuk menyeramkan dari semburan ombak ketika melambung ke atas. "Kalau malam hari, pintu gerbang masuk terkadang ditutup Pak. Itu kalau ombaknya besar, karena semburannya bisa membahayakan. Tetapi kalau airnya tenang, sering terdengar suara raungan dari bunyi deburan ombak di bawah," kata Pak Tinong meyakinkan.

Minggu, 14 Desember 2014

Mengenal Para Opo Tanah Minahasa

index.jpg
Sebelum kedatangan Kristen dan agama-agama baru ke Tanah Minahasa, orang Minahasa memiliki keyakinan bercorak animisme-dinamisme yang tertuang dalam konsep penyembahan terhadap Dewa-Dewi penghuni alam sekitar, atau yang biasa disebut Opo. Berikut adalah nama dan karakteristik dari para Opo Tanah Minahasa, serta karakter spiritual mereka, sebagaimana yang disarikan dari buku Adat Istiadat Daerah Sulawesi Utara (1983) terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan:
  1. Opo Wailan Wangko atau Opo Empung Wangko yang berarti penguasa tertinggi dalam struktur keyakinan orang Minahasa, yang dalam perkembangannya diasosiasikan dengan Tuhan Allah.
  2. Para leluhur atau dotudotu, seperti Opo Lumimuut, Opo Toar, Opo Karema, Opo Rengan, dan yang lainnya yang diangga sebagai nenek moyang orang Minahasa.
  3. Para Opo dari setiap kerabat, seperti Opo Sigar, Opo Supit, Opo Sigarlaki, Opo Tololiu, Opo Rumbayan, Opo Maringka, dan lain-lain.
  4. Para Opo penunggu gunung, seperti Opo Soputan, Opo Kalabat, Opo Lokok, Opo Dua Saudara, dan masih banyak lagi.
  5. Para Opo penunggu sungai, seperti Opo Ranoyapo, Opo Poigar, Opo Rancake, dan lain-lain.
  6. Para Opo penunggu mata air, seperti Opo Muung, Opo Kumelembuai, Opo Tutuasan, Opo Ranolambut, Opo Lelendongan, dan lain-lain.
  7. Para Opo penghuni bahwa tanah, seperti salah satunya Opo Si Owkurur.
  8. Para Opo penghuni pantai/laut, seperti Opo Benteng, Opo Pisok, Opo Pulisan, Opo Bentenan.
  9. Opo Hujan, yakni Opo Naharo/Nuran.
  10. Opo penguasa mata angin, seperti Opo Talikuran, Opo Sendangan, Opo Tihimu, dan Opo Amien.
Selain para Opo, orang Minahasa juga mengenal sejumlah roh halus. Berikut adalah beberapa karakter roh halus yang ada dalam konsep keyakinan adat suku bangsa Minahasa:
  1. Mukur, ialah arwah dari orang yang sudah meninggal. Dalam konsep keyakinan orang Mianahasa, sebelum arwah dari orang meninggal menghadap Empung Wangko, selama 40 hari sejak kematiannya, dia bergentayangan, dan terkadang mengngangu manusia-manusia yang masing hidup.
  2. Pontianak, yakni arwah  wanita yang mati dalam keadaan hamil atau melahirkan. Mahluk ini dikenal sebagai suka mengganggu dan ditakuti oleh manusia yang masih hidup. Asal-muasal keusialannya menggangu manusia, konon karena ia tidak rela mati dan ingin hidup kembali.
  3. Pokpok atau Suangi, yakni sejenis drakula yang suka menghisap darah manusia yang maih hidup, terutama wanita-wanita yang sedang hamil atau seusai melahirkan. Pokpok diyakini sebagai sukma dari orang yang masih hidup, yang demi menjaga kesaktiannya, dia harus terus meminum darah. Pokpok dideskripsikan sebagai mahluk yang hanya memiliki kepala dan usus, dan berpindah tempat dengan cara terbang.
Selain tiga contoh mahluk halus di atas, masih ada sejumlah yang lainnya, seperti Penunggu, yakni sebangsa setan penghuni pohon, goa, dan tempat-tempat angker lainnya, Lalu, yakni setan penungu hutan, dan Jin, yakni mahluk halus yang bisa jadi suruhan manusia manusia, terutama oleh dukun, untuk berbuat jahat pada manusia lainnya.
Kendati kini mayoritas penduduk Minahasa memeluk agama monoteisme, terutama Kristen, keakraban mereka dengan para Opo dan roh halus lainnya, serta legenda mereka masing-masing masih tetap terjaga

Permainan Tradisional Aceh

bunxu_catocukajangka.jpg
PERMAINAN CATUR (CATO/CABANG)
Permainan catur (Aceh: Calo/cabang), adalah permainan yang bersifat kecerdasan. Permainan ini dimainkan pada sebilah papan pada titik pertemuan garis vertikal dan horizontal diletakkan masing-masing sebiji anak (buah) catur. Anak catur ini pada mulanya terdiri dari biji-bijian yang keras yang agak kecil. Permainan ini dilaksanakan diwaktu senggang menjelang saat magrib. Tempatnya biasanya di meunasah/surau, di bawah kolong rumah tradisional dan lainnya. Pemain terdiri dari laki-laki yang berusia antara 15 - 40 tahun. Permainan ini terdiri dari dua jenis:
  1. a.      Catur Perang.
Aturan permainan:
  • Seluruh titik pertemuan garis diisi dengan anak catur terkecuali dititik tengah. Langkah pertama buah catur harus jalan ke titik tengah.
  • Buah yang dapat dimakan adalah buah yang dilompati dengan hitungan ganjil, 13,5 atau 7.
  • Mundur tidak dibenarkan, terkecuali ketika memakan buai) lawan yang didahului langkah maju
  • Satu titik hanya ditempati oleh satu buah catur.
  • Buah yang seharusnya dimakan, tetapi karena sesuatu hal tidak dimakan, didenda dengan mengambil buah tersebut.
  • Kalau buah masing-masing tinggal satu. dianggap permainan
Misalkan yang bertanding A melawan B, A mendapat giliran I, (dengan undian sut). Karena hanya titik 5 yang kosong, maka dia menyodorkan buah 4 ke 5 yang kosong, B, membalas langkah A dengan menjalankan buah 6 - 4 dan mengambil buah 5 yang dilangkahi (buah ganjil yang dilangkahi satu). Seterusnya para pemain mengatur siasat untuk dapat menghabiskan buah lawan. Pemain yang menang adalah pemain yang dapat menghabiskan buah lawan.
  1. b.      Catur Harimau.
Aturan Permainan:
  • Ketiga (keempat) buah harimau diletakkan pada titik tengah.
  • Buah kambing (sebelum pertandingan dimulai) mengelilingi buah harimau.
  • Buah kambing yang lain sebanyak titik pertemuan garis (9 x 9 = 81 dikurangi 9 = 72) diletakkan di luar papan catur.
  • Pemegang buah harimau diberi giliran I untuk memulai permainan. Buah harimau dibenarkan memakan buah kambing seperti pada catur perang. Buah harimau dibenarkan jalan mundur makan atau tidak.
  • Pemegang buah kambing lidak dibenarkan menjalankan buah kambing yang di papan catur sebelum buah kambing yang di luar papan catur habis diletakkan pada papan catur.
  • Setiap harimau memakan kambing, pemegang buah kambing meletakkan satu buah kambing di papan catur sebelum buah yang di luar papan catur habis. Setelah itu barulah boleh memegang buah kambing menjalankan buahnya yang ada di papan catur.
  • Kemungkinan seri tidak ada.
Penentuan Pemenang: Pemegang buah harimau dinyatakan menang apabila dapat meng-habiskan buah kambing. Pemegang buah kambing dinyatakan menung apabila dapat mengurung buah harimau sehingga tidak dapat bergerak lagi. Posisi buah harimau dalam keadaan mati, kemanapun dia tidak bisa bergerak/melangkah lagi.

Permainan Cebunin


PERMAINAN TRADISIONAL ACEH
Cebunin bahasa Alas berarti sembunyi-sembunyian. Pemain terdiri dua regu, yaitu regu pencari dan regu bersembunyi. Masing-masing regu beranggota + 10 orang umur 10 - 15 tahun. Regu pencari atau penjaga, regu bersembunyi atau perantau. Pusat permainan berupa patok kayu setinggi 2 meter sebagai rumah di tengah dua lingkaran bergaris tengah 4 meter dan 12 meter.
Cara bermain dengan diundi, untuk menentukan regu penjaga dan regu bersembunyi. Kemudian regu penjaga berada dalam lingkaran besar atau di luar lingkaran kecil atau daerah bebas dengan mata tertutup. Kemudian regu perantau berpencar kepelosok kampung agar tak mudah dicari. Setelah ada suara ngga (sudah), mulailah regu penjaga mencarinya. Regu perantau berusaha masuk rumah atau masuk lingkaran kecil. Regu penjaga harus di luar lingkaran besar, kecuali ada anggota regu perantau akan masuk rumah (lingkaran kecil).
Disitulah terjadi adu siasat dan strategi. Disitulah sering terjadi kontak fisik antara kedua anggota regu berupa pukul-memukul, cakar-mencakar, tetapi masih dalam batas sportivitas. Jika seorang regu perantau berhasil menerobos masuk ke lingkaran kecil tanta diketahui penjaga, maka berteriak sekuatnya sebagai pertanda menang. Kedua regu berkumpul dan permainan dimulai dari awal Sebaliknya apabila salah seorang anggota regu penjaga dapat menemukan seorang regu perantau dalam persembunyiannya, maka dia berteriak sebagai tanda keberhasilan/kemenangan. Maka kedua regu berkumpul dan bergantian sebagai perantau dan penjaga.
Permainan ini tidak menggunakan peralatan. Biasanya dilakukan pada malam hari sekitar bulan purnama pada bulan baik (habis panen dan sebagainya).

Permainan Daboih


PERMAINAN TRADISIONAL ACEH
Kata daboih dari bahasa Arab dabbus, dan di Banten disehut debus. Pemain adalah laki-laki. Peralatan berupa instrumen musik rebana, berbagai senjata tajam, ranuri dan sebagainya.
Pada awal dimulai permainan; tetabuhan mulai ditabuh. Para pengiring mulai berzikir dan rateb. Tetabuhan dari tempo lambat dan merambat tempo sedang dan cepat. Pada saat tetabuhan pada tempo sedang, para pemain mulai beraksi menusuk-nusukan senjata tajam di tubuhnya.
Demikianlah musik terus meningkat pada tempo cepat dan pemainpun bersemangat menusuk, menetak, menyambit dirinya dengan keris, rencong, pedang dan rantai yang dibakar. Apabila rencong, keris maupun pedang telah bengkok- bengkok, maka permainan telah selesai. Jika pemain ada yang terluka, maka yang ber-sangkutan menemui kalilah untuk diobati. Pengobatan dengan dioles dan pulih lagi serta dapat bermain kembali.